Jupiter Raksasa di Antara Bintang

Jupiter: Raksasa di Antara Bintang

Jupiter Raksasa di Antara Bintang – Planet ini adalah yang terbesar dalam tata surya kita, lebih besar dari planet lainnya. Ukuran dari planet ini memungkinkan untuk menampung semua planet lain dalam tata surya. dengan ruang lebih dari 1.300 bumi dalam wilayahnya yang luas.

Terletak sebagai planet kelima dari matahari, Jupiter secara konsisten menjadi planet terang kedua yang terlihat dari bumi pada malam hari, yang mana venus menjadi satu-satunya planet yang kecerahannya melampaui Jupiter.

Berbeda dari bumi, Jupiter bukanlah benda langit padat namun terdiri dari gas. Komposisinya mirip seperti bintang, jika ukurannya sekitar 80 kali lebih besar Jupiter bisa sajaa menjalani proses yang diperlukan untuk mnejadi sebuah bintang. Mari kita Bahas!

Jupiter Raksasa di Antara Bintang

Nama Jupiter diambil dari bahasa Arab yang dikenal sebagai Mustari. Planet ini merupakan planet terbesar di tata surya, garis tengahnya adalah 142.860 kilometer. Pllanet ini juga memiliki daya tarik gravitasi 2,56 kali bila dibandingkan dengan bumi.

Karena Jupiter terdiri dari gas maka kepadatannya pun relatif kecil, yaitu kurang dari kepadatan air serta berat jenisnya yang lebih kecil jika dibandingkan dari berat jenis air. maka dari itu Jupiter bisa menampung sebanyak 1310 planet seukuran bumi.

Struktur

Jupiter memiliki struktur yang didalamnyaa terdiri dari beberapa hal, seperti permukaan, komposisi, struktur dalam, cincin, massa, gravitasi, medan magnet, atmosfer, suhu, cuaca dan iklim yang terdapat pada planet ini.

Permukaan dan Fenomena The Great Red Spot

Para ahli meneliti permukaan planet ini memiliki noda atau yang biasa disebut dengan bintik merah besar (Great Red Spot). Bintik merah ini merupakan sabuk awan besar dan berbentuk lonjong serta menyelimuti permukaan, lalu bintik merah ini diduga terjadi karena gangguan pada atmosfer.

Red Spot disebut fenomena antisiklon dimana terjadi perputaaran badai yang sangat besar serta persisten. Melansir NASA, badai ini memiliki diameter 24.000 kilometer dengan ketinggian 12.000-14.000 kilometer.

Besar badai ini setara dengan tiga kali planet bumi. Badai Jupiter sendiri pertama kali ditemukan oleh seorang astronom yang berasal dari Italia bernama Giovanni Cassini pada tahun 1665.

Badai ini ditemukan karena perputaran dari Jupiter sendiri yang sangat cepat, walaupun badai ini masih berada di Jupiter seltelah 354 tahun, ukurannya terus mengecil sedikit demi sedikit.

Cincin

Jupiter Raksasa di Antara Bintang

Bukan hanya saturnus dan neptunus yang memiliki cincin, Jupiter juga memilikinya namun tipis. Cincin tersebut tersusun dari 3 bagian, cincin Halo, cincin utama, dan cincin Gossamer. Bagian paling dalam disebut Halo

Ketiganya terbuat dari material debu sehingga cukup memingkinkan apabilla pada bagian cincin ini tersusun dari material yang terlempar dari satelit Adrastea dan Metis. Kemudian, materi-materi itu berhasil mengorbit lewat Jupiter dan materi-materi itu dipertebal dengan satelit lain.

Bagian tengah cincin aadalah bagian utama yang paling terang. Bagian cincin paling luar disebut Gossamer ring. Terbentang hingga 225.000 kilometer dari planet dan memiliki ketebalan 2.000-12.500 kilometer.

BACA JUGA: Bumi

Suhu

Suhu pada permukaannya kurang lebih berkisar -145 derajat celcius dan suhu intinya mencapai 24.000 derajat celcius. Memiliki kemiringan sumbu yang relatif kecil dan kemiringan sumbu tersebut adlah 3,13 derajat.

Cuaca dan Iklim

Jupiter tidak mengalami proses perubahan planet yang signifikan jika dibandingkan dengan perubahan musim di bumi atau planet mars. Akan tetapi, hampir setiap waktu di permukaan Jupiter terjadi badai, terutama pada bagian titik besar yang tampaak berwarna kemerahan.

Satelit

Planet Jupiter memiliki 67 satelit alami, dari satelit-satelit ini, diameter 51 saateit tercatat kurang daari 10 kilometer serta baru ditemukan setelah tahun 1975. Lalu, empat satelit terbesar Jupiter sendiri dijuluki satelit-satelit Galileo, yaitu diantaranya Io, Europa, Ganimede dan Callisto.

Fakta Planet Jupiter

Jarak dari Matahari

Planet Juiter mengorbit sekitar 483.682.810 mil atau 778.412.020 kilometer dari matahari. 5.203 kali lebih jauh jika dibandingkan jarak rata-rata bumi dari matahari. Pada Perihelion (Saat Bumi berada pada jarak terdekat dengan Matahari) berjarak 460.276.100 mil atau 740.742.600 kilometer. Sementara jarak terjauh bisa dicapai oleh Jupiter dari matahari adalah 507.089.500 mil atau 816.081.400 kilometer.

Memiliki Hari Terpendek

Memiliki rotasi yang sangat cepat, sehingga satu hari di Jupiter berlangsung hanya 9,9 jam bumi. Jupiter melakukan rotasi penuh pada porosnya setiap 9,9 jam. Namun perlu diketahui planet ini memiliki konsep yang agak berbeda dari definisi hari pada planet-planet padat seperti bumi, karen tidak memiliki konsep yang padat konsep harinya terkait dengan atmosfer.

Atmosfer

Jupiter memiliki atmosfer yaang berlapis-lapis, terdiri dari 90 persen gas hidrogen dan lainnya yaitu gas helium, amonia, belerang, metana, serta uap air.

Waktu Revolusi

Memiliki rotasi yang cepat namun waktu revolusinya lebih lama dari bumi. Revolusi adalah mengelilingi matahari dalam orbit selama waktu 1 tahun planet tersebut.

Dan Jupiter memerlukan waktu 11,8 tahun dalam waktu bumi untuk mengelilingi matahari. Hal ini terjadi dikarenakan jaraknya dengan matahari yang lebih jauh dibandingkan bumi.

Pernah Melindungi Bumi

Jupiter sering melindungi Bumi dan planet dalam lainnya dengan membelokkan komet dan asteroid, terkadang ia mengirimkan objek-objek tersebut pada lintasan tabrakan langsung ke arah planet dalam.

Pada awal sejarah tata surya, ketika ada lebih banyak objek yang bergerak di sekitarnya, kejadian tersebut kemungkinan mengakibatkan terbawanya air dan bahan lainnya ke Bumi. Dan tumbukan lainnya bisa menjadikan bencana, seperti dampak yang kemungkinan menyebabkan kepunahan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu.

Bintang yang Gagal

Melansir SPACE.COM Jupiter memiliki kesamaan komposisi dengan katai cokelat (jenis bintang yang gagal bersinar) dan bintang katai merah. Planet ini dan planet raksasa lainnya pada dasarnya terbuat dari bahan yang sama dengan matahari, meskipun dengan beberapa perubahan pada bahan dasarnya selain hidrogen dan helium. Berikan mereka lebih banyak materi untuk memulai, dan mereka bisa menyala sebagai bintang dengan menyatukan hidrogen mereka untuk membentuk helium.

Tetapi bintang katai cokelat berada di antara planet raksasa dan bintang deret utama, terlalu kecil dan ringan untuk membakar hidrogen, tetapi mungkin cukup berat untuk membakar deuterium melalui fusi nuklir, ketika massa mereka sekitar 13 kali lebih besar dari Jupiter kita.

Jupiter adalah salah satu objek paling menarik dan penting dalam Tata Surya kita. Sebagai raksasa gas dengan diameter lebih dari dua kali lipat Bumi, Jupiter memiliki peran yang signifikan dalam menjaga keseimbangan Tata Surya.

Dalam pengeksplorasian Jupiter merupakan planet yang memiliki hal unik seperti red spot yang ikonik dan sistem cincinnya yang tidak terlihat jelas. Perbandingan komposisi atmosfer yang didominasi oleh hidrogen dan helium, juga memberikan wawasan mendalam tentang struktur dan karakteristik luar biasa dari planet ini.

Pentingnya Jupiter dalam perlindungan Tata Surya dari serangan komet dan asteroid juga menjadi sorotan utama. Gravitasi Jupiter yang kuat bertindak sebagai “vakum pembersih” yang mengarahkan objek-objek ini menjauh dari lintasan yang dapat membahayakan Bumi.

Jupiter telah memainkan peran penting dalam imajinasi manusia selama berabad-abad. Dan secara keseluruhan artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang Jupiter, mulai dari sisi ilmiah hingga keasliannya dalam kehidupan manusia. Melalui pembahasan ini, kita dapat lebih menghargai kehebatan dan kompleksitas planet raksasa ini yang terus menjadi fokus penelitian dan kekaguman di dunia astronomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *