Black Hole Misteri Terbesar di Alam Semesta

Black Hole Misteri Terbesar di Alam Semesta

Black Hole Misteri Terbesar di Alam Semesta – Black Hole atau lubang hitam adalah benda langit yang sampai saat ini masih banyak misteri yang belum terpecahkan. Objek ini sangat padat dan memiliki gravitasi yang begitu kuat, bahkan cahaya pun tidak bisa lari dari objek ini.

Nama Black Hole sendiri bukan karena warnayanya yang hitam, namun karena misterius nya objek luar angkasa ini. Benda ini tidak dapat diamati secara langsung tapi para astronom dapat mengamati objek-ojek di sekitarnya yang terkena dampak dari keberadaan benda tersebut.

Di galaksi bima sakti sendiri terdapat 100 juta lubang hitam, dan di bagian pusat terdapat lubang hitam yang supermasif (Supermassive Black Hole) yang memilikin nama Sagittarius A.

Melansir NASA Strukturnya memiliki massa sekitar 4 juta kali lipat massa dari matahari dan terletak sekitar 26.000 tahun cahaya bumi. Foto Lubang Hitam pertama diambil pada tahun 2019 oleh Event Horizon Telescope (Peristiwa Teleskop Horizon) yang berada di pusat galaksi M87 yang jarakanya 55 juta tahun cahaya dari bumi. Mari kita Bahas!

Black Hole Misteri Terbesar di Alam Semesta

Apa itu Black Hole?

Black Hole adalah suatu objek yang aneh dan menarik yang ada di luar angkasa, memiliki bentuk yang sangat padat serta tarikan gravitasi sangat kuat yang membuat cahaya tidak bisa lepas dari lubang ini.

Adanya teori medan kuatum dalam ruang dan waktu melengkung dapat memberikan prediksi terkait peristiwa yang memancarkan radiasi di sekitar dengan suhu terbatas.

Suhunya berbanding lurus dengan massa lubang hitam yang dibagi menjadi 4 jenis, lubang hitam bermassa menengah, lubang hitam primordial, lubang hitam bintang dan lubang hitam supermasif.

Terbentuknya Black Hole

Black Hole Misteri Terbesar di Alam Semesta

Lubang Hitam ini terbentuk melalui dua jalur yang berbeda Menurut jalur pertama lubang hitam merupakan jasad bintang yang terbentuk ketika bintang-bintang besar mati.

Bintang-bintang yang dimana memiliki massa diatas 8-10 kali massa matahari kita, pada saat mereka kehabisan bahan bakar yakni hidrogen mereka meledak dan mati lalu meninggalkaan objek yang sangat padat. Objek inilah padat inilah yang menjadikan lubang hitam.

Lubang Hitam primordial diyakini terbentuk di awal alam semesta terbentuk. Lubang Hitam bintang terbentuk ketika inti bintang yang sangat masif meledakaan dirinya sendiri, ledakan ini juga menyebabkan supernova dan melontarkan beberapa bintang lainnya.

Para ilmuwan berpendapat bahwa lubang hitam supermasif terbentuk pada saat yang sama dengan galaksi tempat mereka berada. Ukuran lubang hitam supermasif tersebut mengikuti ukuran dan massa galaksi tempatnya berada.

Penemuan Black Hole

Black Hole Misteri Terbesar di Alam Semesta

Teori Lubang Hitam atau Black Hole ini ditemukan oleh Karl Schwarzschild di tahun 1915 dengan berdasarkan teori relativitas yang ditemukan oleh Albert Einstein. Teori ini menghubungkan geometri atau bentuk ruang dengan distribusi materi secara rinci.

Pada saat itu masih tidak jelas objek ini nyata atau tidak, seiring berjalannya waktu ketika kemtian bintang terdeteksi yaitu bintang neutron yang terlihat sebagai pulsar. Dan menjadi jelas bahwa Lubang Hitam itu nyata dan memang seharusnya ada. Lubang Hitam pertama yang pertama terdeteksi adalah Cygnus-X1.

BACA JUGA: Supernova dengan Ledakannya, Keunikan Planet Uranus di Tata Surya, Galaksi Pintu Gerbang Misteri Kosmos

Besar Lubang Hitam atau Black Hole

Black Hole Misteri Terbesar di Alam Semesta

Melansir NASA Lubang hitam dapat berukuran besar maupun kecil. Ilmuwan berpikir bahwa Lubang Hitam terckecil seukuran satu atom, walaupun ukurannya sangat kecil namun massanya seperti gunung besar. Jenis lain dari Lubang Hitam yang disebut Stellar massanya mencapai 20 kali lebih besar dari massa matahari.

Lubang Hitam yang terbesar disebut “Supermassive” memiliki massa yang lebih dari 1 juta matahari. Ilmuwan telah menemukan bukti bahwa setiap galaksi besar memiliki Lubang Hitam supermasif yang terletak di pusatnya. Lubang Hitam ini terletak di pusat galaksi bima sakti yaang disebut Sagitarius A.

Black Hole pertama yang ditemukan letaknya berada di dalam galaksi bima sakti di konstelasi Cygnus pada tahun 1964 yang pada saat itu sumber sinar X terdeteksi oleh roket dari NASA.

Bisakah Black Hole Mati?

Lubang Hitam tidak mati dengan sendirinya, namun secara teori diprediksi Lubang Hitam akan menguap secara perlahan-lahan dengan waktu yang sangat lama. Lubang Hitam tumbuh melalui akresi materi di sekitarnya yang ditarik oleh gravitasi yang sangat besar. Hawking memprediksi Lubang Hitam juga dapat memncarkan energi dan menyusut dengan lambat.

Di teori kuantum mengatakan bahwa ada partikel yang secara nyata muncul dan menghilang sepanjang waktu. Ketika ini terjadi sepasang partikel dan antipartikel tersebut muncul, tetapi mereka dapat menyatu kembali dan menghilang lagi. Proses ini terjadi di dekat horizon peristiwa lubang hitam.

Salah satu partikel-partikel tadi lepas jatuh ke dalam Lubang Hitam dan yang lainnya terbang ke luar angkasa. Dalam waktu yang sangat panjang, teori mengungkapkan bahwa aliran-aliran dari partikel yang melarikan diri tadi akan menyebabkan Lubang Hitam menguap secara perlahan.

Lubang Hitam terbentuk akibat runtuhnya bintang yang maasif dan memiliki gravitasi yang sangat kuat. Lubang Hitam juga memiliki beberapa sifat unik seperti horizon peristiwa yang dimana diasaat sesuatu masuk kedalamnya akan terkoyak oleh gravitasi yang sangat kuat dan tidak bisa kembali keluar.

Tetapi masih banyak pertanyaan yang belum terjawab seperti bagaimana Lubang Hitam dapat berdampak pada struktur ruang-ruang di sekitarnya. Namun hingga saat ini penelitian tentang Lubang Hitam masih terus berkembang, dengan metode observasi yang menggunakan alat canggih seperti teleskop untuk memperdalam misteri yang hingga saat ini masih belum terpecahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *