Bumi Satu-satunya Planet yang Memiliki Kehidupan

Bumi Satu-satunya Planet yang Memiliki Kehidupan

Bumi Satu-satunya Planet yang Memiliki Kehidupan – Planet ini adalah satu satunya planet yang memiliki kehidupan di dalamnya. Planet yang dijuluki dengan planet biru ini termasuk di dalam planet minor (planet yang memiliki ukuran serta massa yang kecil seperti Merkurius, Venus dan Mars).

Dijuluki planet biru karena hampir seluruh permukaannya terdapat lautan. Bumi berasal daari kata Sanskerta “Bhumi” yang berarti tanah. Bumi merupakan planet yang memiliki kepadatan tertinggi, gravitasi yang tinggi medan magnet kuat serta rotasinya yang cepat.

Bumi memiliki keunikan yang tidak ada di planet lainnya seperi adanya air dalam bentuk padat, cair serta gas yang membuat planet ini memiliki lautan dan kutub es. Bumi juga memiliki siklus hidrologi seperti hujan dan permukaan Bumi yang akan selalu berubah. Mari kita Bahas!

Bumi Satu-satunya Planet yang Memiliki Kehidupan

Bentuk

Bumi Satu-satunya Planet yang Memiliki Kehidupan

Bumi ternyata tidak seperti yang diajarkan pada waktu kita sekolah dulu, yang dimana memiliki bentuk bulat sempurna namun jiak diukur dengan lebih akurat bentuknya sedikit lonjong.

Bentuk Bumi yang lonjong ini disebut dengan Geoid namun kita akan bahas yang lain dulu, di zaman dahulu manusia memiliki teori lain yang berasal dari imajinasi dan kemampuan pengamatan mereka.

Contoh orang-orang Mesir kuno, mempercayai bahwa langit adalah wanita raksasa yang mereka panggil Dewi Nut. DewI Nut merentangkan tangan dan kakinya keempat penjuru dunia sehingga menutupi Bumi.

dan Bumi digambarkan orang Mesir kuno sebagai seorang laki-laki yang berbaring di bawah langit Nut yang bernama Geb.

Lalu peradaban Babilonia menggambarkan alam semesta yang dibagi menjadi tiga lapisan, langit, Bumi dengan bentuk datar dan air.

Lalu pada 340 tahun SM munculah Aristoteles yang diyakini sebagai orang pertama yang menyebutkan bahwa Bumi berbentuk bulat. Anggapan ini lalu didukung oleh pengamatannya sendiri.

Pengamatan dari Aristoteles yaitu dia menyadari bahwa gerhana bulan diakibatkan oleh posisi Bumi yang terletak diantara bulan dan matahari. Dia juga mengatakan bayangan bulan di permukaan Bumi selalu terlihat bundar.

Ukuran Bumi

Dengan satelit akhirnya kita dapat melihat seluruh Bumi, da diketahui bahwa luas keliling bumi adalah 40.075 kilometer. Sekitar 2.000 tahun lalu Eratosthenes seorang matematikawan Yunani mengukur Bumi menggunakan tongkat.

Eratosthenes pada saat itu melihat sumur di Kota Siena yang sekarang disebut Aswan, dan menyadari bahwa dasar sumur tersebut tidak memiliki bayangan.

Lantas dia menegakkan sebuah tongkat, setelah ditegakkan ternyata tidak ada bayangan yang dihasilkan. Dan pada saat di Kota Alexandria kejadian tidak terjadi.

Lalu Eratosthenes kemudian mempertanyakan hal ini bagaimana tongkat yang ditegakkan di Aswan tidak memiliki bayangan lain halnya dengan di Alexndria. Dengan rasa keingintahuan yang tinggi dia pun mengukur berapa lingkar dari Bumi, dan berhasil mendapat ukuran Bumi sebesar 46.250 kilometer.

Dibandingkan dengan teknologi modern Eratosthenes yang meleset 15%, hasil kalkulasi dengan tongkat tidak berbeda jauh dengan satelit pada hari ini.

Umur

Selama 400 tahun terakhir, ilmuwan sudah banyak melakukan penelitian untuk memprediksi umur dari Bumi, ada yang menggunakan perubahan permukaan laut, salinitas atau keasinan dari laut dan waktu yang diperlukan oleh bumi/matahari untuk menyajikan suhu.

Namun semua metode tersebut masih belum ada yang menghasilkan, karena kemungkinan masih banyak hal lain yang mempengaruhi hasil perhitungan. Salah satu contohnya yaitu permukaan air laut yang naik turunnya selalu berubah-ubah.

Setelah itu ilmuwan melakukan percobaan lagi dengan meneliti bebatuan di permukaan. Namun karena lempeng tektonik yang tidak pernah berhenti dan mengubah kerak Bumi bisa dipastikan batuan yang ada pada masa awal planet telah hilang.

Pada ke-20 para ilmuwan mencoba untuk menciptakan teknologi yang lebih canggih, para ilmuwan memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan proses penanggalan radiometrik dan mencari tahu usia batu. kemudian meghitung jumlah awal unsur radioaktifnya.

Dari metode tersebut para ilmuwan meyakini bahwa umur planet yang kita tinggali pada saat ini adalah 4,54 miliar tahun.

Rotasi

Untuk menyelesaikan satu kali rotasi planet ini memerlukan waktu 23 jam 56 menit 4 detik yang biasa kita sebut dengan satu hari. Lalu ada gravitasi Bumi yang menarik semua benda di permukaan ke arah pusat gravitasi Bumi, sehingga kita tidak bisa merasakan putaran dari Bumi saat berotasi

Dampak Rotasi

Salah satunya adalah terjadinya siang dan malam, gera semu harian dari matahari dari timur ke barat. Jika dilihat-lihat matahari seperti memutari Bumi namun faktanya Bumi lah yang bergerak dari barat ke timur.

Adanya perbedaan juga merupakan dampak dari rotasi, di planet kita ini terdapat 24 perbedaan waktu yang didapatkan dari hasil pembagian garis bujur 15 derajat.

Di Indonesia sendiri terdaapat 3 bagian waktu, WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah), WIT (Waktu Indonesia Timur).

BACA JUGA: Bulan

Revolusinya

Proses perputaran Bumi yang mengelilingi matahari selama 365 hari atau satu tahun. Dan setiap planet mempunyai bidang elips atau jalur lintasannya sendiri saat mengitari matahari akibat dari gravitasi matahari. Yang membuat planet-planet tidak akan mungki untuk bertabrakan.

Pengaruh Revolusi

Gerak semu tahunan matahari.

Setiap tanggal 22 Desember sampai 21 Juni, belahan bumi bagian utara akan lebih condong ke arah matahari. Sementara mulai dari 21 Juni hingga 22 Desember, belahan bumi bagian selatan lebih condong ke arah matahari.

Perbedaan lamanya siang dan malam

Kamu mungkin pernah merasakan matahari terbenam sedikit lebih lama daripada biasanya. Misalnya pada pukul 18:05 matahari langit masih terlihat cerah, padahal biasanya sudah mulai gelap. Di bagian selatan bumi mengalami panas lebih lama. Begitupun sebaliknya.

Adanya perbedaan musim

Di bagian selatan lebih condong ke matahari pada bulan Desember, bagian ini jadi mengalami musim panas. Dan di bagian utara justru mengalami musim dingin. Sebaliknya, di bulan Juni, bagian utara akan mengalami musim panas dan bagian selatan mengalami musim dingin.

Struktur Lapisan

Bumi Satu-satunya Planet yang Memiliki Kehidupan

Bumi memiliki empat lapisan kerak, mantel dan inti.

Kerak

Merupakan lapisan terluar yang ukurannya lebih tipis daripada lapisan yang lainnya. Dibagi menjadi dua kerak samudera (lautan) dan kerak benua (daratan).

Kerak Bumi memiliki ketebalah puluhan kilometer walaupun disebut tipis serta ketebalan 6-11 kilometer untuk lautan dan 30-70 kilometer untuk daratan.

Melansir info astronomy kerak dari planet ini memiliki ketipisan di dasar laut sekitar 5 kilometer, dan dibagi menjadi beberapa bagian dan bergerak melalui pergerakan tektonik lempeng (teori Continental Drift) yang menghasilkan gempa Bumi.

Mantel

Lapisan ini adalah berfungsi sebagai pembungkus inti yang memiliki ketebalan 2.900 kilometer, dibagi menjadi dua juga mentel luar dan dalam.

Mantel luar memiliki ketebalan daari 10-300 kilometer di bawah permukaan Bumi, dengan suhu 1.400-3000 kelvin juga membuat logam yang ada di dalamnya ikut mengeras.

Mantel dalam memiliki ketebalan 300-2.890 kilometer dengan suhu 3.000 kelvin, yang membuat logam di dalamnya mencair.

Inti

Inti Bumi juga dibagi menjadi 2 inti dalam dan luar, inti memiliki ketebalan 2.266 kilometer dan terletak pada kedalaman 2.900 kilometer dari dasar kerak Bumi hingga pusat. Inti luar memiliki suhu 4.300 kelvin dan bagian luar 5.000 kelvin. Karena suhu yang tinggi lapisan ini memiliki bentuk fluida atau zat alir dengan kekentalan yang rendah.

Lapisan yang paling dalam memiliki jari-jari 1.220 kilometerdengan suhu 5.500 kelvin.

Bumi adalah sebuah planet yang luar biasa dengan beragam kehidupan dan kompleksitas yang menakjubkan. Kajian terhadap aspek geologi, atmosfer, dan keanekaragaman hayati Bumi mengungkapkan betapa uniknya planet ini dalam tata surya kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *