Dampak Perkembangan Teknologi Luar Angkasa dan 8 Insiden

Dampak Perkembangan Teknologi Luar Angkasa dan 8 Insiden

Dampak Perkembangan Teknologi Luar Angkasa dan 8 Insiden – Dampak Perkembangan Teknologi Luar Angkasa yang semakin maju membuat penjelajahan luar angkasa menjadi lebih sering dilakukan, juga astronot yang dimana sering bergantian untuk datang-pergi.

Namun dalam penjelajahan luar angkasa kecelakaan juga sering terjadi, saat peluncuran, pada saat misi di luar angkasa maupun saat kembali pulang ke Bumi. Apa dampak perkembangan Teknologi Luar Angkasa dan 8 Insiden? Mari kita bahas!

Dampak Perkembangan Teknologi Luar Angkasa dan 8 Insiden

Berikut adalah dampak dari Perkembangan Teknologi Luar Angkasa:

Dampak Positif

  1. Memajukan bidang informasi dan komunikasi dengan penggunaan satelit komunikasi. Dengan adanya satelit manusia dapat menjangkau seluruh bagian dunia. seperti adanya penggunaan Google Maps, saluran televisi lokal dan internasional yang bisa diakses dimanpun, lalu WIFI, pendeteksi bencana alam.
  2. Berkembangnya ilmu astronomi, seperti pemahaman tentang gravitasi sehingga mayoritas orang tahu bahwaa gravitasi merupakan elemen yang mempengaruhi manusia di Bumi.
  3. Untuk meneliti penyakit. NASA mengungkapkan bahwa luar angkasa menawarkan potensi untuk mempelajari masalah kesehatan terkait penyakit, penuaan dan imobilitas. Penellitian yang dilakukan berfokus pada osteoporosis, atrofi otot dan nutrisi, dan memahami efek adaptasi fisiologis untuk kesehatan juga cara-cara mengatasi perubahan yang tidak diinginkan di dalam tubuh manusia.

Dampak Negatif

  1. Adanya Space Junk (sampah luar angkasa), objek terletak di orbit sekitaran bumi yang merupakan hasil yang diciptakan oleh manusia yang sudah tidak berguna seperti satelit.
  2. Dampak selanjutnya yaitu memungkinkannya perang menggunkan senjata berbahaya, yang dimana teknologi luar angkasa membutuhkan energi nuklir sebagai energ. Jadi jangan sampai energi nuklir disalahgunakan jika terjadi maka akan berdampak sangat besar.

BACA JUGA: Roket

Berikut 8 insiden mengerikan dari misi perjalanan ke luar angkasa:

  1. Kehancuran Roket Amerika Serikat Challenger

Hancur pada tanggal pada 28 Januari 1986, dengan kerugian 11 miliar US dollar. Dimana setelah 73 detik diluncurkan lalu meledak di udara dan kecelakaan ini membuat tujuh awak kapal meninggal. Penyebab kejadian ini adalah suhu dingin yang tidak normal lalu peralatan yang salah.

  1. Satelit pembawa teleskop hancur di atmosfer bumi

Di tahun 1970, Amerika Serikat meluncurkan The Orbiting Astronomical Observatory yang pada saat itu membawa teleskop terbesar di dunia. Namun kerucut pada bagian atas roket tidak berfungsi dengan benar yang mengakibatkan tidak busa menembus melewati atmosfer bumi.

  1. Satelit Korea Terbakar di Atmosfer

Satelit Roket luar angkasa pertama Korea Selatan yang terbakar di atmosfer Bumi gagal mengorbit.

Kegagalan ini disebabkan satu dari kedua penutup penembak aerodinamika Roket gagal mencapai ketinggian saat persiapan untuk pelepasan satelit, pendapat ini di tuturkan oleh Kementrian Ilmu Teknologi Korea Selatan.

  1. Epsilon

Roket yang berasal dari Jepang ini diluncurkan untuk mengamati badai geomagnetik yang seringkali melanda wilayah di Jepang. Di tahap peluncuran pertama dan kedua Roket ini masih aman namun di tahap ketiga mesalah muncul.

Yang mengakibatkan pengontrol menghentikan sistem perhentian penerbangan yang dimaana malah menghancurkan Epsilon.

  1. iSpace

Gagal meluncurkan Roket Hyperbola 1 dari Jiuquan Satellite Launch Center. Peluncuran ini merupakan kegagalan yang keempat yang sebelumnya tiga kali gagal pada tahun 2021.

Pihak perusahaan yang berbasis di Beijing ini mengonfirmasi Roket serta muatan telah hilang. Kegagalan ini muncul karena sistem kontrol Roket, yang dimana kontrol arah Roket ini tidak diarahkan lalu perintah menghancurkan diri sendiri pun diakifkan.

  1. Satelit Cuaca Milik NASA

Misi peluncuran satelit Glory milik NASA dinyatakan gagal setelah Roket Taurus XL yang membawanya gagal menempatkan ke orbit.

Penyebab kejadian ini adalah penutup atasa roket tidak terlepas pada waktu yang ditetapkan 3 menit setelah diluncurkan, namun harus hancur dan jatuh di Samudera Pasifik.

  1. Misi Firefly

Perusaahaan penerbangan milik Malaysia ini melakukan peluncuran kedua Roket Alpha di tahun 2022.

Roket ini lepas landas dari pangkalan Angkatan Luar Angkaas Vandenberg California. Peluncuran tampak baik-baik saja. Setelah peluncuran pertama Firefly di tahun 2021 kegagalan melanda ketika satu mesinnya di tahap pertama mati.

Perusahaan menyatakan peluncuran sukses akan tetapi satelit yang dibawanya ditempatkan di orbit yang terlalu rendah. Dan membuat satelit tersebut hancur.

  1. Pesawat ulang-alik Kolombia

Setelah kembali dari misi penerbangan pertama, pesawat ulang-alik veteraan Kolombia kembali ke Bumi. Disaat sedang masuk ke atmosfer Bumi. Pesawat ulang-alik pecah berkeping-keping. Yang sebelumnya telah diketahui ada sepotong busa kecil yng terlepas pada saat peluncuran.

Tetapi NASA tidak menganggap itu sebagai masalah dikarenakan busa sebelum-sebelumnya pernah terlepas dan tidak menyebabkan insiden. Naasnya saat kembali ke Bumi gas dan juga asap panas menghancurkan sayap yang rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *