7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang

7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang

7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang – Memilih Astronot sebagai profesi adalah suatu hal keren dan menyenangkan tersendiri bagi yang memiliki ketertarikan tentang luar angkasa, namun dibalik itu semua resiko tinggi juga menjadi sahabat saat Astronot atau kosmonot menjalankan tugas maupun misi.

Tak sedikit Astronot yang meninggal ataupun menghilang saat sedang menjalankan tugas ataupun misi, kata ahli NASA Allan J. McDonald “Luar angkasa selalu menjadi urusan yang beresiko ekstrim.” Lalu siapa saja Astronot yang Meninggal dan Menghilang di Luar Angkasa? Mari kita Bahas!

7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang

Berikut adalah beberapa Astronot yang Meninggal dan Menghilang di Luar Angkasa.

Vladimir Komarov

7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang

Astronot yang meninggal pertamaa ada Komarov, lahir pada 16 Maret 1927 sempat menjadi pilot pesawat tempur Resimen 383 Divis Udara Tempur Kaukasia Utara.

Di tahun 1959, Komarov mendapat undangan untuk mengikuti seleksi calon kosmonot bersama 3.000 pilot lainnya. Selama terpilihnya menjadi kosmonot, dia bertugas untuk program Soyuz Soviet dan sempat memimpin Soyuz 1 di tahun 1967

Namun, misinya tersebut mengalami kecelakaan dengan jenis pesawat luar angkasa yang baru, pada saat kembali ke atmosfer parasut dari kapsulnya tidak terbuka. Lalu kapsul tersebut menghantam tanah dengan kecepatan tinggi.

Tiga Kosmonot Uni Soviet

7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang

Georgy Dobrovolsky Bersama Vladislav Volkov dan Viktor Patsayev, Tiga kosmonot Soyuz 11 yang menjalankan misi pada 11 Juni 1971. Misi yang dilakukan oleh ketiga kosmonot ini adalah untuk mengambil jalan lain untuk mengakses stasiun luar angkasa.

Misi pada awalnya tampak berhasil karena 3 kosmonot ini berhasil memasuki Salyut 1 yang merupakan stasiun luar angkasa pertama diatas atmosfer bumi. Salyut satu adalah stasiun luar angkasa milik Uni Soviet yang pertama kaliu diluncurkan pda 19 April 1971.

Setelah berhasil mereka sampai Salyut 1, merekaa hamapir menghabiskan waktu tiga minggu berada di luar angkasa. Mereka melakukan percobaan tentang tubuh manusia di luar angkasa.

Tragedi mulai terjadi pada saat ketiga kosmonot turun ke bumi yaitu pada tanggal 29 Juni, saat Soyuz 11 mendarat di Kazakhstan semua orang terkejut ketika mengetahui bahwa ketiga kosmonot telah meninggal di Soyuz 11.

Dan diketahui penyebab kecelakaan ini bisa terjadi karena ada kerusakan di segel katup Soyuz 11 saat turun ke bumi.

Michael J. Adams

7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang

Astronot yang meninggal selanjutnya yaitu Michael J. Adams, Michael J. Adams merupakan astronot yang meninggal di luar angkasa. Dia meruakan pilot Amerika Serikat, dan lahir pada 5 Mei 1930 dan pernah menerbangkan X-15 Amerika Utara pesawat luar angkasa untuk eksperimen dan dioperasikan Angkatan Udara dan NASA.

Dalam penerbangan nya X-15 yang ketujuh pada 15 November 1967, saat itu dia berhasil mencapai 266.000 kaki. Namun saat turun di 230.000 kaki, pesawatnya menglami tekanan aerodinamis di bagin badan pesawat. Lalu membuat pesawat tersebut pecah sehingga Michael J. Adams pun meninggal.

BACA JUGA: Manusia yang Pertama Kali ke Luar Angkasa

Charles Hinson

Charles Hinson bukan menjadi astronot yang meninggal namun menghilang di luar angkasa selama 28 tahun pada tahun 1963, setelah menjalankan misi peluncuran roket Atlas, namun setelah peluncuran roket tersebut NASA tiba-tiba hilang kontak dengan Charles Hinson.

NASA kemudian mencari beberapa cara untuk bisa kembali menghubungi Charles Hinson namun berakhir gagal.

Kemudian dalam kejadian tersebut NASA menganggap bahwa misi yang dilakukannya gagal yaitu meluncurkan Roket Atlas yang membawa kapsul Gemini.

Selang beberapa waktu kemudian Charles Hinson bisa menghubungi sinyal SOS atau sintyal permintaan tolong yang diterima oleh kapal patrol Amerika Serikat sekitar 28 tahun kemudian. Sinyal berhasil diterima saat kapal sedang berlayar di bagian selatan Samudera Pasifik.

Sinyal tersebut berasal dari kapsul Gemini yang diluncurkannya 28 tahun lalu. Akhirnya para petugas berusaha menaikkan kapsul ke kapal dan membuka penutupnya. Ia ditemukan namun sosoknya sudah seperti orang yang kebingungan.

Sergei Krikalev

7 Astronot yang Meninggal dan Menghilang

Pada saat perang dingin Uni Soviet dan Amerika Serikat kedua negara saling berkompetisi untuk mengirimkan astronot keluar angkasa untuk melakukan eksperimen. Uni Soviet mengirimkan salaah satu nyaa Sergei Krikalev, Sergei Krikalev dikirim untuk melakukan sebuah eksperimen serta melakukan rotasi ilmiah.

Astronot ini merupakan astronot kelas tiga yang sudah berumur 46 tahun. Kesuksesan di misi tersebut membuat Krikalev dikirim kembali untuk misi pada 18 Mei 1991 untuk menyelesaikan misi bersama satu astronot lainnya.

Kebetulan pada saat itu Rusia mengalami perang kudeta secara mendadak, Uni Soviet hancur dalam waktu semalam dan pecah menjadi 15 negara. Karena hal ini Sergei Krikalev menjadi dilupakan, yang dimana dia masih di luar angkasa.

Sergei Krikalev seakan-akan menjadi astronot yang hilang di luar angkasa bahkan dilupakan. Krikalev terus menunggu untuk dapat kembali ke bumi, hingga kurang lebih satu tahun kemudian negara Soviet mulai menyatakan kemerdekaannya.

Pada tahun 1992 Rusia mengingat bahwa dua astronot yang mereka kirim masih berada di luar angkasa.

Astronot yang hilang di luar angkasa pun tetap mengalami kendala penjemputan. Kondisi ekonomi yang sangat buruk diakibatkan kudeta membuat merekaa tidak mampu untuk mengirim pesawat penjemput ke luar angkasa.

Stok makanan Krikalev juga menipis, krisis yang dialami oleh badan luar angkasa Rusia (Glavkosmos), juga kesulitan untuk mengirimkan makanan kepada Krikalev.

Penjemputan ini berhasil karena Rusia menjual wahana antariksa ke negara lain. Setelah dua belas bulan kedua astronot ini bisa kembali ke bumi.

Karena astronot menjadi salah satu profesi yang berat kehidupan astronot juga dipenuhi dengan tantangan. Astronot pun diberi tugas yang berbeda-beda pada saat pengeksplorasian di luar angkasa, sehingga kemungkinan besar resiko mereka untuk meninggal atau menghilang sangatlah tinggi. Namun beberapa dari mereka yang hilang bisa berhasil kembali ke bumi.

Di samping hal itu semua kita bisa mengapresiasi pencapaian-pencapaian luar biasa dalam eksplorasi ruang angkasa yang telah mereka lakukan , yang dimana berkontribusi besar dalam memperluas cakrawala pengetahuan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *